Sunday, January 31, 2010

Belajar STATA



Ya', namanya aja baru belajar STATA, saya masih saja melihat panduan-panduannya.

Mudah-mudahan saya akan jago dalam pengoperasian STATA ini. Begini, ceritanya saya harus mengambil sample dari data yang udah tersedia di Aplikasi STATA ini sebesar 0.5% nya. Beginilah cerita awal cerita pengoperasian STATA ini.

Di postingan ini, saya coba menjelaskan command pada STATA yang saya gunakan untuk mengambil sample pada data wage dan ttl_exp yang telah tersedia di bawaan STATA. Nantinya saya akan melihat regresi antara wage dan ttl_exp dengan sample sebesar 0.5%, dalam kasus ini jumlah observasi saya sebanyak 11(sebelas).


Sysuse.dir--> digunakan untuk mengambil data-data yang telah disediakan oleh system STATA.

Sysuse nlsw88 kita memilih data dengan nama nlsw88. Dan di dalam data ini terdapat sebanyak 17(tujuh belas) variable.

log using "C:\Documents and Settings\r4hm4d\Desktop\AFFAN_Tugas_STATA.smcl" -> bukti jika kita menyimpan di direktori tertentu di perangkat komputer kita.

Sum wage kita coba melihat variasi yang terjadi dalam satu set data ini. Secara otomatis, kita dapat melihat nilai maksimum dan minimum, jumlah observasi(data), rata-rata(mean), standard deviasi.

Sample 0.5 maksudnya kita mengambil sebanyak 0.5% dari jumlah keseluruhan observasi. Sehingga, jumlah observasi kita kali ini ialah 0.005*2246 yakni 11.23 observasi dan dibulatkan menjadi 11 observasi saja.

Sum wage kita akan melihat perbedaan antara dataset ‘wage’ sebelum dan sesudah diresampling. Nilai man dan standar deviasi terlihat turun.

Bagaimana, apakah saya telah tepat dalam langkah-langkahnya? Semoga bermanfaat. Oh, ya, STATA adalah program yang berhubungan dengan ruang lingkup data serta pengolahannya yang tercakup dalam wilayah statistika.
Berikut adalah tampilan STATA setelah diberi command yang pada awal pengerjaan dipilih file--> log--> begin, dan setelah selesai dipilih file-->log--> close dan akhirnya file-->log-->translate dan file akhir tersimpan di notepad.


___ ____ ____ ____ ____ tm
/__ / ____/ / ____/
___/ / /___/ / /___/ 10.0 Copyright 1984-2007
Statistics/Data Analysis StataCorp
4905 Lakeway Drive
MP - Parallel Edition College Station, Texas 77845 USA
800-STATA-PC http://www.stata.com
979-696-4600 stata@stata.com
979-696-4601 (fax)

Unlimited-user Stata for Windows (network) perpetual license:
Serial number: 198081643
Licensed to: LabKom
STIS BPS

Notes:
1. (/m# option or -set memory-) 10.00 MB allocated to data
2. (/v# option or -set maxvar-) 5000 maximum variables

. sysuse dir
auto.dta bpwide.dta citytemp.dta gnp96.dta network1a.dta pop2000.dta tsline2.dta voter.dta
autornd.dta cancer.dta citytemp4.dta lifeexp.dta nlsw88.dta sp500.dta uslifeexp.dta xtline1.dta
bplong.dta census.dta educ99gdp.dta network1.dta nlswide1.dta tsline1.dta uslifeexp2.dta

. sysuse nlsw88
(NLSW, 1988 extract)

. log using "C:\Documents and Settings\r4hm4d\Desktop\AFFAN_Tugas_STATA.smcl"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
log: C:\Documents and Settings\r4hm4d\Desktop\AFFAN_Tugas_STATA.smcl
log type: smcl
opened on: 30 Jan 2010, 20:29:16

. sum wage

Variable | Obs Mean Std. Dev. Min Max
-------------+--------------------------------------------------------
wage | 2246 7.766949 5.755523 1.004952 40.74659

. sample 0.5
(2235 observations deleted)

. sum wage

Variable | Obs Mean Std. Dev. Min Max
-------------+--------------------------------------------------------
wage | 11 6.497752 3.886681 3.218058 17.02898

. gen wagedif=wage-r(mean)

. gen expdif=ttl_exp-r(mean)

. gen wagedif2=wagedif^2

. gen expdif2=expdif^2

. gen ttl_wage=wagedif*expdif

. lis wage ttl_wage wagedif wagedif2 expdif expdif2, sum(wage ttl_wage wagedif wagedif2 expdif expdif2)

+-------------------------------------------------------------------+
| wage ttl_wage wagedif wagedif2 expdif expdif2 |
|-------------------------------------------------------------------|
1. | 3.218058 -1.710291 -3.279694 10.75639 .521479 .2719403 |
2. | 3.718949 -11.06802 -2.778803 7.721744 3.983017 15.86443 |
3. | 5.233495 -4.622243 -1.264257 1.598346 3.656094 13.36702 |
4. | 4.025765 -7.041214 -2.471987 6.11072 2.848402 8.113396 |
5. | 6.229095 -1.447218 -.2686569 .0721766 5.386863 29.0183 |
|-------------------------------------------------------------------|
6. | 4.267311 -16.43307 -2.230441 4.974868 7.367633 54.28202 |
7. | 8.05153 12.49348 1.553778 2.414226 8.040709 64.65301 |
8. | 17.02898 32.22493 10.53123 110.9068 3.059941 9.363236 |
9. | 4.597423 -6.021982 -1.900329 3.611252 3.168915 10.04202 |
10. | 6.972622 4.198796 .47487 .2255015 8.841991 78.18081 |
|-------------------------------------------------------------------|
11. | 8.132044 11.94658 1.634292 2.67091 7.309942 53.43525 |
|-------------------------------------------------------------------|
Sum | 71.47527 12.51975 -6.56e-07 151.0629 54.18499 336.5914 |
+-------------------------------------------------------------------+

. gen sigmaxy=12.51975

. gen sigmax2=151.0629

. gen b1=sigmaxy/sigmax2

. li b1

+----------+
| b1 |
|----------|
1. | .0828777 |
2. | .0828777 |
3. | .0828777 |
4. | .0828777 |
5. | .0828777 |
|----------|
6. | .0828777 |
7. | .0828777 |
8. | .0828777 |
9. | .0828777 |
10. | .0828777 |
|----------|
11. | .0828777 |
+----------+

. li ttl_exp

+----------+
| ttl_exp |
|----------|
1. | 7.019231 |
2. | 10.48077 |
3. | 10.15385 |
4. | 9.346154 |
5. | 11.88461 |
|----------|
6. | 13.86539 |
7. | 14.53846 |
8. | 9.557693 |
9. | 9.666667 |
10. | 15.33974 |
|----------|
11. | 13.80769 |
+----------+

. li ttl_exp, sum(ttl_exp)

+----------+
| ttl_exp |
|----------|
1. | 7.019231 |
2. | 10.48077 |
3. | 10.15385 |
4. | 9.346154 |
5. | 11.88461 |
|----------|
6. | 13.86539 |
7. | 14.53846 |
8. | 9.557693 |
9. | 9.666667 |
10. | 15.33974 |
|----------|
11. | 13.80769 |
|----------|
Sum | 125.6603 |
+----------+

. gen a=(125.6603/11)- (0.0828777* 71.47527/11)

. li a

+----------+
| a |
|----------|
1. | 10.88515 |
2. | 10.88515 |
3. | 10.88515 |
4. | 10.88515 |
5. | 10.88515 |
|----------|
6. | 10.88515 |
7. | 10.88515 |
8. | 10.88515 |
9. | 10.88515 |
10. | 10.88515 |
|----------|
11. | 10.88515 |
+----------+


. reg ttl_exp wage

Source | SS df MS Number of obs = 11
-------------+------------------------------ F( 1, 9) = 0.14
Model | 1.03760785 1 1.03760785 Prob > F = 0.7208
Residual | 68.6435657 9 7.62706286 R-squared = 0.0149
-------------+------------------------------ Adj R-squared = -0.0946
Total | 69.6811736 10 6.96811736 Root MSE = 2.7617

------------------------------------------------------------------------------
ttl_exp | Coef. Std. Err. t P>|t| [95% Conf. Interval]
-------------+----------------------------------------------------------------
wage | .0828777 .2246983 0.37 0.721 -.4254251 .5911805
_cons | 10.88514 1.680794 6.48 0.000 7.082921 14.68736
------------------------------------------------------------------------------

. log close
log: C:\Documents and Settings\r4hm4d\Desktop\AFFAN_Tugas_STATA.smcl
log type: smcl
closed on: 30 Jan 2010, 20:39:52
-------------------------------------------------------------------------------


Terima kasih...

Selengkapnya...

Tuesday, January 19, 2010

Bapak Rusman Heriawan



Benar, Bapak Rusman Heriawan, beliau adalah Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Beliau merupakan seorang lulusan Akademi Ilmu Statistik (AIS) yang saat ini bernama Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Beliau lulus dari AIS pada tahun 1974.
Beliau juga lulus S3 dari IPB pada tahun 2004.
Suami dari Ibu Umi Mandayati ini dalam suatu kesempatan juga mengatakan bahwa dalam menampilkan data itu harus obyektif agar menyajikan potret/gambaran yang benar akan kondisi kehidupan Negara.

Beliau juga memberikan pernyataan di dalam menanggapi adanya kritikan bahwa selama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) tidak pernah mengadakan diskusi dengan pihak manapun termasuk pemerintah terkait dengan data-data statistik yang ada.
Bapak dari tiga anak ini juga mengimbuhkan bahwa selama ini, pemerintah juga tidak pernah mengintervensi dalam wujud apapun pada BPS terkait dengan penyajian data-data ekonomi yang dilaksanakan BPS setiap bulannya dan dalam triwulanan.
Lebih jauh bapak yang juga hobi bermain voli dan mendengarkan musik ini juga mempunyai prinsip bahwa transparansi dan profesionalisme menjadi pegangan dalam menjalankan tugas.

Sosok kelahiran Bogor, 4 November 1951 ini juga selalu memperhatikan apa yang pernah disampaikan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahwa BPS diminta obyektif dalam menyajikan potret lewat publikasi statistiknya, meski angkanya tidak menggembirakan pemerintah.

Selamat berjuang Bapak Rusman Heriawan, doakan saya juga agar berilmu seperti Bapak.
Terima kasih untuk http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=173350 atas data-datanya. Selengkapnya...

Monday, January 18, 2010

Rancangan Gedung STIS



Inilah rancangan gedung STIS yang terletak di Jalan , dan nampaknya telah sama dengan apa yang telah terbangun sekarang. Saya sudah pernah meng-upload foto yang sesungguhnya di postingan saya yang telah lalu. Ya, mungkin hanya lingkungan sekitarnya saja ya, yang terlalu hijau dan kosong, sebenarnya ya, banyak bangunan tuh ya disamping-sampingnya. Namanya aja di Jakarta, pasti padatlah. Dan tersaji citra di bawahnya dengan Google Earth mengenai Kelurahan Bidara Cina pada tahun 2003 lalu.
Terima kasih untuk http://www.panoramio.com/photo/14378522 saya haturkan atas gambar rancangan Gedung STIS nya. Selengkapnya...

Belajar Kelompok STIS


Benar, belajar kelompok STIS (STIS Team Study) merupakan suatu kegiatan menyenangkan. Ini disebabkan belajar kelompok di antara mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) diharapkan akan selain memperdalam materi mengenai hal-hal yang berbau perstatistikan juga mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan. Dan inilah yang menjadi modal awal pembangunan sebuah Kerja Tim (Team Work) yang solid. Silaturahim juga mustinya terjalin dalam kegiatan Belajar Kelompok STIS ini.
Betapa tidak, melalui Belajar Kelompok STIS ini akan menimbulkan komunikasi positif antar pesertanya. Dalam hal ini Belajar Kelompok STIS bisa dibagi ataupun diatur sesuai waktu luang masing-masing mahasiswa yang mungkin dimiliki.


Bahkan tak menutup kemungkinan, kegiatan Belajar Kelompok STIS ini akan berwujud ke dalam banyak bentuk Belajar Kelompok STIS, yakni dengan dimungkinkannya Belajar Kelompok STIS lintaskelas.
Di mana dalam Belajar Kelompok STIS ini akan mewujudkan rasa untuk saling berbagi pengetahuan, bertukar pikiran. Yang menarik, dialog yang akan terjadi ataupun timbul dalam Belajar Kelompok STIS ini merupakan percakapan antar orang-orang antardaerah. Ini mengingat Mahasiswa STIS terdiri atas berbagai elemen suku bangsa di Negeri Indonesia ini.
Keakraban antar pulau boleh dibilang dipupuk melalui kegiatan Belajar Kelompok STIS ini.
Jadi, selain dapat ilmu pengetahuan yang berguna kelak, Mahasiswa juga memperoleh pengetahuan mengenai daerah mahasiswa STIS yang lain. Jadi, ayo bergabung dengan Belajar Kelompok STIS!!
Keterangan Foto: Terima kasih lagi-lagi untuk Saudari Marlina dengan sumber-sumber foto terpercaya melalui kameranya.
Selengkapnya...

Tips mengerjakan paper



Paper ataupun tulisan yang memang sengaja kita susun berdasar tema dan masalah tertentu. Nah, yang menarik ialah, paper ini selalu harus bermuatan ataupun mengandung unsur-unsur yang ilmiah, bukan begitu?
Ada, mungkin saja, yang merasa pusing, meski perasaan pusing ini sebetulnya tidak mesti diadakan dengan kata lain, tak usahlah untuk pusing. Itu karena, paper dapat disusun apabila kita punya tipsnya, nah, yang jadi pertanyaan di benak kita, apa sajakah tips dalam menyusun paper ini? Apa sih yang perlu diperhatikan, kaidahnya mungkin kan?
Baiklah, kita simak saja penuturan berikut ini,

Pada dasarnya, ada beberapa tahapan untuk menyusun apa yang dinamakan dengan paper ini, berikut lebih jelasnya,
1. Tahap satu, perhatikanlah, tema apa yang diinginkan dari kita dalam membuat namanya paper itu.
2. Pastikan Anda memperoleh referensi yang relevan/cocok dengan tema/topik paper yang akan kita buat/susun. Perhatikan tahap kedua ini baik-baik.
3. Selanjutnya, sebagai tahap yang ketiga, ialah, dalam menyusun paper antarkalimat, antarkalimat, antarparagraf, antarhalaman, haruslah relevan, harus berhubungan, berkorelasi dalam bahasa lainnya.
4. Susunlah paper sesuai persyaratan yang ditentukan sebelumnya. Misal untuk chapternya itu apa aja.
5. Berikanlah paper dalam bahasa yang lugas, jelas, dan bisa dimengerti sederhana tanpa retorika yang tak berguna. Dalam hal ini gunakanlah kalimat yang efektif.
6. Berikanlah fakta-fakta yang sesuai keadaan, jangan didramatisir hanya untuk kepentingan pribadi misalnya.
7. Pakailah/gunakanlah tipe huruf yang mudah dibaca/dikenali atau sudah umum digunakan dalam publikasi-publikasi.
8. Berikanlah keterangan sumber di mana Anda memperoleh pernyataan ataupun suatu fakta yang kembali dituliskan oleh Anda untuk menunjang tujuan dari penulisan paper oleh Saudara. Hal ini biasanya dituliskan pembuat paper di belakang kalimat ataupun paragraf.
Dan itu mungkin semua yang saya ketahui dalam menyusun suatu paper. Apakah Anda sudah puas dengan penjelasan mengenai kaidah penulisan paper, tips yang mungkin bisa diterapkan oleh Anda dalam menyusun sebuah paper? Maka kenapa Anda tidak mencoba menyusun paper Anda mulai saat ini juga?? Selengkapnya...